Halyang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu Geografi, 18.08.2019 07:15, ayatt7424. Hal yang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu. Jawaban: 2 Buka kunci jawaban. Jawaban. Jawaban diposting oleh: GraceNjelinn714. karena adanya kesalahan dalam melakukan hal tersebut atau mungkin ketidaksengajaan kita dalam melakukan kesalahan.
Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Perubahan Makna? Mungkin anda pernah mendengar kata Perubahan Makna? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, sebab, jenis, pergeseran, faktor, medan dan hakikat. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Perubahan Makna Dalam pembicaraan terdahulu sudah disebutkan bahwa makna sebuah kata secara sinkronis tidak akan berubah. Pernyataan ini menyiratkan juga pengertian bahwa kalau secara sinkronis makna sebuah kata atau leksem tidak akan berubah, maka secara diakronis ada kemungkinan bisa berubah. Maksudnya, dalam masa yang relatif singkat, tetap sama, tidak berubah. Tetapi dalam waktu relatif lama ada kemungkinan makna kata akan berubah. Ada kemungkinan ini bukan berlaku untuk semua kosakata yang terdapat dalam sebuah bahasa, melainkan hanya terjadi pada sejumlah kata saja, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sebab-sebab Perubahan Makna Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan makna sebuah kata yaitu 1. Perkembangan dalam Ilmu dan Teknologi Perkembangan dalam bidang ilmu dan kemajuann teknologi dapat menyebabkan terjadinya perubahan makna sebuah kata. Di sini sebuah kata yang tadinya mengandung konsep makna mengenai sesuatu yang sederhana, tetap digunakan walaupun konsep makna yang dikandung telah berubah sebagai akibat dari pandangan baru, atau teori baru dalam satu bidang ilmu atau sebagai akibat dalam perkembangan teknologi. Perubahan mana kata sastra dan makna tulisan’ sampai pada makna karya imaginatif’ adalah salah satu contoh perkembangan bidang keilmuan. Pandangan-pandangan baru atau teori baru mengenai sastra menyebabkan makna kata sastra itu berubah. Pandangan baru atau teori barulah yang menyebabkan kata sastra yang tadinya bermakna buku yang baik isinya dan baik bahasanya menjadi berarti’ karya yang bersifat imaginatif kreatif. Salah satu contohnya adalah kata manuskrip yang pada mulanya berati tulisan tangan’. Kini kata tersebut masih digunakan untuk menyebutkan naskah yang akan dicetak, walaupun hampir tidak ada lagi naskah yang ditulis tangan karena sudah ada mesin tulis mesin ketik, komputer atau leptop. 2. Perkembangan Sosial dan Budaya Perkembangan dalam bidang sosial kemasyarakatan dapat menyebabkan terjadinya peruabahan makna. Di sini sama dengan yang terjadi sebagai akibat perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi, sebuah kata yang pada mulanya bermakna A’, lalu berubah menjadi bermakan B’ atau C’. Jadi, bentuk katanya tetap sama tetapu konsep makna yang dikandungnya sudah berubah. Misalnya kata saudara dalam bahasa Sansekerta bermakna seperut’ atau satu kandungan’. Kini kata saudara, walaupun masih juga digunakan dalam arti orang yang lahir dari kandungan yang sama’ seperti dalam kalimat “Saya mempunyai seorang saudara di sana”, tetapi digunakan juga untuk menyebutkan atau menyapa siapa saja yang dianggap sederajat atau berstatus sosial sama. Misalnya dalam kalimat “Surat saudara sudah saya terima”, atau kalimat “Di mana saudara dilahirkan?”. 3. Perbedaan Bidang Pemakaian Setiap bidang kehidupan atau kegiatan memiliki kosakata tersendiri yang hanya dikenal dan digunakan dengan makna tertentu dalam bidang tersebut. Umpamanya dalam bidang pertanian ada kata-kata benih, menuai, panen, menggarap, membajak, menabur, menanam, pupuk, dan hama. Dalam bidang agama Islam ada kata-kata seperti iman, imam, khotib, azan, halal, haram, subuh, puasa, zakat, dan fitrahi. Kata-kata yang menjadi kosakat dalam bidang-bidang tertentu itu dalam kehidupan dan pemakaian sehari-hari dapat terbantu dari bidangnnya dan digunakkan dalam bidang lain atau menjadi kosakat umum. Oleh karena itu, kata-kata tersebut menjadi memiliki makna baru atau makna lain di samping makna aslinya makna yang berlaku dalam bidangnya. Misalnya kata menggarap yang berasal dari bidang pertanian dengan selaga macam derivasinya, seperti tampak dalam frase menggarap sawah, tanah garapan, dan petani menggarap, kini banyak juga digunakan dalam bidang-bidang lain dengan makna mengerjakan’ seperti tampak digunakan dalam frase menggarap skripsi, menggarap usul para anggota, dan menggarap naskah drama. Kesimpulan lain yang bisa ditarik dari uraian di atas adalah bahwa makna kata yang digunakan bukan dalam bidangnya itu dan makna kata yang digunakan di dalam bidang aslinya masih berada dalam poliseminya karena makna-makna tersebut masih saling berkaitan atau masih ada persamaan antara makna yang satu dnegan makna yang lainnya. 4. Adanya Asosiasi Kata-kata yang digunakan di luar bidangnya, seperti diibicarakan di atas masih ada hubungan atau bertautan maknanya dengan makna yang digunakan pada bidang asalnya. Agak berbeda dengan perubahan maknay nag menjadi bagian akibat penggunaan dalam bidang yang lain, di sini makna baru yang muncul adalah berkaitan dengan hal atau peristiwa lain yang berkenaan dengan kata tersebut. Umpamanya kata amplop yang berasal dari bidang asministrasi atau surat-menyurat, makna asalnya adalah sampul surat’. Ke dalam amplop itu selain biasa dimasukkan surat tetapi bisa pula dimasukkan benda lain, misalnya uang. Oleh karena itu, dalam kalimat “beri saja amplop maka urusan pasti beres’ kata amplop di situ bermakna uang’ sebab amplop yang dimaksud bukan berisi surat atau tidak berisi apa-apa melainkan berisi uang sebagai sogokan. 5. Pertukaran Tanggapan Indra Kelima alat indra kita sebernanya sudah mempunyai tugas-tugas tertentu untuk menagkap gejala-gelaja yang terjadi di dunia ini. Umpamanya rasa pahit, manis dan lain-lain yang harus oleh alat perasa lidah. Rasa panas, dingin, dan sejuk yang harus ditanggap oleh alat perasa pada kulit. Dan seterusnya pada alat indra yang lainnya seperti mata, hidung dan telinga. 6. Perbedaan Tanggapan Setiap unsur leksikal atau kata sebenarnya secara sinkronis telah mempunyai makna leksikal yang tetap. Namun karena pandangan hidup dan ukuran dalam norma kehidupan di dalam masyarakat maka banyak kata yang menjadi memiliki nilai rasa yang rendah’, kurang menyenangkan. Di samping itu ada juga yang menjadi memiliki nilai rasa yang tinggi’, atau yang mengenakkan. Kata-kata yang nilainya merosot menjadi rendah ini lazim disebut peyoratif, sedangkan yang nilainya naik menjadi tinggi disebut amelioratif. Kata bini dewasa ini dianggap peyoratif, sedangkan kata istri dianggap ameliorative, kata laki dianggap peyoratif berbeda dengan suami yang dianggap amelioratif. Jenis-jenis Perubahan Makna Berikut ini adalah beberapa jenis perubahan makna yaitu Meluas Yang dimaksud perubahan makna meluas adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata atau leksem yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna’, tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. Umpamanya kata “Saudara” pada mulanya hanya bermakna “seperut” atau “sekandungan”. Kemudian maknanya berkembang menjadi siapa saja yang sepertalian darah’. Akibatnya anak paman pun disebut “saudara”. Lebih jauh lagi selanjutnya siapa pun yang masih mempunyai kesamaan asal usul disebut juga saudara. Menyempit Yang dimaksud dengan perubahan menyempit adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya mempunyai makna yang cukup luas, kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja. Contoh kata “ahli” pada mulanya berarti Orang yang termasuk dalam satu golongan atau keluarga’ seperti dalam frasa ahli waris yang berarti Orang yang termasuk dalam satu kehidupan keluarga’, dan juga ahli kubur yang berarti orang-orang yang sudah di kubur’. Kini kata ahli sudah menyempit maknanya karena hanya berarti orang yang pandai dalam satu cabang ilmu seperti ahli sejarah, ahli purbakala, ahli bedak dsb. Perubahan Total Yang dimaksud dengan perubahan total adalah berubahnya sama sekali makna sebuah kata dan makna asalnya. Memang ada kemungkinan makna yang dimiliki sekarang masih ada sangkut pautmya dengan makna asal, tetapi sangkut pautnya ini tempatnya sudah jauh sekali. Misalnya, kata ceramah pada mulanya berarti ’cerewet’ atau banyak cakap’ tetapi kini berarti pidato atau uraian’ mengenai suatu hal yang disampaikan di depan orang banyak. Penghalusan Gejala ditampilkannya kata-kata atau bentuk-bentuk yang dianggap memiliki makna yang lebih halus, atau lebih sopan daripada yang akan digantikan. Misalnya kata penjara’ atau bui diganti dengan kata ungkapan yang lebih halus menjadi dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan. Pengasaran Yaitu usaha untuk mengganti kata yang maknanya halus atau bermakna biasa dengan kata yang maknanya kasar. Misalnya ungkapan “masuk kotak” dipakai untuk mengganti kata “kalah”. Pertukaran Makna Kata-kata yang mengalami pertukaran makna dalam hal tanggapan indera akan makna tersebut, seperti kata yang biasa diterima oleh telinga bisa diterima oleh mata dan seterusnya. Misal kata indah sejatinya hanya bisa dirasakan oleh indera penglihatan yang berarti bagus, kini bisa juga diterima oleh indera pendengaran yang berarti merdu. Asosiasi Asosiasi adalah perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat. Asosiasi disebabkan oleh adanya perbedaan penggunaan kata pada suatu masyarakat. Misalnya kata “kursi”, makna kursi yang berarti tempat duduk mengalami asosiasi yang berarti kedudukan, jabatan atau pangkat. Pergeseran Makna Makna berkembang dengan melalui perubahan, perluasan, penyempitan, atau pergeseran. Pergeseran makna terjadi pada kata-kata frase bahasa indonesia yang disebut eufemisme melemahkan makna. Caranya dapat dengan mengganti simbolnya kata, frase dengan yang baru dan maknanya bergeser, biasanya terjadi bagi kata-kata yang dianggap memiliki makna yang menyinggung perasaan orang yang mengalaminya. Perhatikanlah contoh berikut Bui, tahanan, atau tutupan tempat orang ditahan atau dipenjara setelah mendapat putusan hakim untuk menjalani hukuman’, sekarang muncul lembaga pemasyarakatan, dan maknanya bergeser selain tempat untuk menahan terpidana menjadi tempat untuk mengubah tingkah laku terpidana agar kelak dapat diterima kembali oleh masyarakat. Dipecat, dirasakan terlalu keras, dengan demikian muncul diberhentikan dengan hormat atau dipensiunkan. Ditahan, dirasakan menyinggung perasaan orang yang mengalaminya dengan pertimbangan tertentu maka muncul dirumahkan dan maknanya bergeser ditahan di rumah bukan tempat tahanan umum. Sogok-menyogok dirasa terlalu mencolok mata, oleh karena itu muncul pungli pungutan liar, menyalahgunakan wewenang, komersialisasi jabatan, upeti, dan seterusnya. Pergeseran makna terjadi di dalam bentuk imperatif seperti pada segera laksanakan yang bergeser maknanya menjadi harap dilaksanakan atau mohon dilaksanakan terjadi eufemisme. Modalitas keharusan yang muncul dengan kontruksi harus untuk prinsip eufemisme, misalnya harus datang menjadi mohon hadir, mohon datang. Kata berpidato atau memberi instruksi dirasakan terlalu kasar dan biasanya diganti dengan memberikan pengarahan, memberikan pembinaan, mengadakan seresehan, dan sebagainya. Pergeseran makna terjadi pada kata-kata atau frase yang bermakna terlalu menyinggung perasaan orang yang mengalaminya, oleh karena itu kita tidak mengatakan orang sudah tua di depan mereka yang sudah tua bila dirasakan menyinggung perasaan, maka muncullah orang lanjut usia. Demikian pula terjadi pergeseran makna pada kata-kata atau frase berikut Tuna netra buta’ Tuna rungu tuli’ Tuna wisma gelandangan’ Tuna susila pelacur’ Cacat mental orang gila’ Pramusiwi pelayan bayi’ Pramuwisma pelayan pembantu’ Prmuniaga pelayan toko’ Menyesuaikan harga menaikkan harga’ Dipetiaskan masuk kotak’, dan seterusnya. Pemakai bahasan dalam hal ini selalu memanfaatkan potensinya untuk memakai semua unsur yang terdapat di dalam bahasanya. Pemakai bahasa berusaha agar kawan bicara tidak terganggu secara psikologis, oleh karena itu muncul pergeseran makna. Dikatakan pergeseran makna bukan pembatasan makna, karena dengan penggantian lambang simbol makna semula masih berkaitan erat tetapi ada makna tambahan eufemisme menghaluskan pertimbangan akibat psikologis bagi kawan bicara atau orang yang mengalami makna yang diungkapkan kata atau frase yang disebutkan. Faktor yang Memudahkan Perubahan Makna Berikut ini adalah faktor yang memudahkan perubahan/ pergeseran makna, terdapat pada subbab c, menurut penulis ada tiga sebab yaitu 1. Faktor kebetulan Contoh Makna Dahulu Makna Kini – rawan = muda, lembut misalnya tulang rawan – kontestan = pemilihan perempuan cantik – rawan = kekurangan misalnya rawan perampokan, rawan pencurian, daerah rawan. – kontestan = ? calon peserta misalnya kontestan pemilu 2. Faktor kebutuhan baru Contoh Makna Dahulu Makna Kini – berlayar = menggunakan perahu layar untuk bepergian melalui laut – berlayar = bepergian dengan kapal laut dan pesawat terbang tetapi tidak menggunakan layar 3. Faktor tabu Contoh Makna Dahulu Makna Kini ketika orang sedang makan, berpantangan mengucapkan – kakus = terbayang menjijikkan – harimau = binatang buas di Hutan ketika orang sedang makan – kakus diganti dengan kamar belakang atau kamar kecil – harimau = diganti dengan nenek diucapkan takut bertemu harimau betulan Medan makna Medan makna adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya nama-nama warna dan nama-nama perkerabatan. Harimurti 1982 menyatakan bahwa medan makna adalah bagian dari sistem semantic bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu yang direalisasikan oleh seperangkat unsur leksikal yang maknanya berhubungan. Umpamanya nama-nama warna membentuk medan makna tertentu. Begitu juga dengan nama perabot rumah tangga, istilah olahraga, istilah perkerabatan, pertukangan dan sebagainya. Nama-nama istilah perkerabatan dalam bahasa Indonesia adalah cucu, cicit, piut, bapak/ayah, ibu, kakek, nenek, moyang, buyut, paman, bibi, saudara, kakak, adik, sepupu, kemenakan, istri, suami, ipar, mertua, menantu dan besan. Kata-kata yang terdapat dalam medan makna dapat digolongkan menjadi dua, yaitu yang termasuk golongan kolokasi dan golongan set. Kolokasi berasal dari bahasa latin colloco yag berarti ada di tempat yang sama dengan menunjuk kepada hubu ngan sintagmatik yang terjadi antara unsur-unsur leksikal itu. Misalnya kata-kata lahar, lereng, puncak, curam dan lembah berada dalam lingkungan mengenai pegunungan. Set menuju pada hubungan sintagmatik karena kata-kata atau unsur-unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan. Misalnya remaja merupakan tahap pertumbuhan antara kanak-kanak dengan dewasa. Set paradigmatik bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, manula. Hakikat Perubahan Makna Salah satu aspek yang amat diminati dalam kajian makna ialah perubahan makna dalam bahasa. Oleh sebab bahasa bersifat dinamik, maka perkataan yang menjadi unit asas kepada bahasa, sentiasa mengalami perubahan. Hal ini sudah sejak dahulu diamati oleh para pengkaji bahasa. Menurut mereka, terdapat banyak faktor yang merangsangkan terjadinnya perubahan. Seorang tokoh bernama Aksioma Leibniz bergagasan bahwa ”Alam itu tidak membuat loncatan” arti dari pernyataan ini ialah bahwa alam itu berubah secara perlahan-lahan tidak ada yang langsung mengalami perubahan secara drastis, hal ini sangatlah cocok dengan kajian perubahan makna. Dalam perubahan makna selalu ada asosiasi antara makna lama dan makna baru. Asosiasi merupakan suatu wahana untuk suatu perubahan yang ditentukan oleh sebab-sebab lain, tetapi bagaimanapun jenis suatu asosiasi itu akan selalu mengalami proses. Unsur inilah yang merupakan syarat mutlak untuk perubahan makna semakin kuat asosiasi itu maka semakin mudah makna itu berubah dengan sendirinya. Seperti inilah bagan dari teori asosiasi Teori Asosiasi Asosiasinisme Medan Asosiatif Asosianisme merupakan suatu paham dimana paham tersebut memaparkan perubahan makna sebagai hasil asosiasi antara kata-kata yang diisolasikan berdiri sendiri. Berputarnya waktu menjadikan teori ini menjadi sebuah konsep yang utuh karena adanya tunjungan dari konsep dan prinsip yang ditata secara struktural memunculkan suatu gagasan bahwa kata-kata tunggal telah menjadi satuan-satuan yang lebih luas,ini disebut dengan medan asosiatif. Gabungan dari pendekatan yang terstruktur dari Saussure, filsafat bergson, dan linguis Perancis Leonce Roudet membuat suatu pengelompokkan yang komprehensif dalam hal perubahan makna berdasarkan asosiasi yang melandasinya. Dalam aliran semantik kita mengenal konsep makna sebagai timbal-balik dari nama dan makna, jikalau konteks itu benar maka seharusnya perubahan makna bisa dibagi menjadi dua kategori yang pertama yaitu perubahan makna yang didasarkan atas asosiasi antara makna dengan makna dan perubahan yang melibatkan asosiasi antara nama-nama. Jika kita menerima suatu perbedaan dari dua kategori tersebut dapat kita peroleh dua kategori lagi ialah kesamaan dan kedekatan. Kedekatan ini memiliki arti yang luas, yakni mencakup tiap hubungan asosiatif yang bukan kesamaan. Sebagian kategori tersebut masih bisa dibagi menjadi substansi-substansi yang lebih kecil lagi. Demikian Penjelasan Materi Tentang Perubahan Makna Pengertian, Sebab, Jenis, Pergeseran, Faktor, Medan dan Hakikat Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.
Terjadinyakebakaran adalah merupakan suatu proses yang berkelanjutan ,dimana proses tersebut juga merupakan peristiwa reaksi kimia , dengan unsur - unsur yang terlibat didalamnya antara lain ; 1. Adanya bahan bakar atau benda - benda yang dapat terbakar. 2. Adanya gas oksigen /O2 yang jumlah prosentasinya cukup memadai untuk proses pembakaran.
JawabanArti dari kata dibawah ini beserta contoh kalimatnya1. SebabHal yang menjadi suatu asal kejadian atau sebab kalimat Anita tidak masuk sekolah hari ini, sebab dia terkena PenyebabSuatu hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu Kalimat Penyebab terjadinya penyakit demam, salah satunya karena PenyebabnyaSuatu hal yang dapat menyebabkan terjadinya Kalimat Harga beras mengalai kenaikan di pasaran. Penyebabnya adalah cuaca buruk, kurangnya stok beras, dan aibat gagal MenyebabkanHal yang menjadikan atau mendatangkan suatu Kalimat Cuaca yang buruk dapat menyebabkan nelayan tidak dapat melaut sehingga akan DisebabkanSuatu hal yang terjadi karena Kalimat Sakit perut yang disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena jajanan yang tidak Oleh sebab ituHal yang menyimpulkan Kalimat Maka dari itu, kita harus senantiasa selalu menjaga kebersihan lingkungan supaya tidak terjadi penjelasan dari penyebapanUntuk membuat kalimat yang mempunyai hubungan penyebaban kita bisa mencermati konjungsi dari kausalitas yaitu merupakan kata hubung yang menunjukkan sebab akibat dari sebuah peristiwa yang merupakan konjungsi dari kausalitas antara lainsebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, kalimatnyaAdik bolak-balik ke kamar mandi dari pagi, karena makan bakso yang pedas sekali tadi malam. Halhal yang Menyebabkan Para Remaja Terjerumus dalam Pergaulan Bebas dan Upaya untuk Mengatasinya adapun beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu; Pertama, Faktor agama dan iman. maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru Jika A sama dengan kesuksesan, maka rumusnya adalah A=X+Y+Z. » JAWABAN Berikut ini adalah contoh kegiatan manusia yang dapat mengakibatkan terjadinya peristiwa alam, yaitu Membuang sampah sembaranganMenebang Hutan sehingga terjadi penggundulan hutan. Membuat limbah berbahaya ke sungai sehingga dapat menyebabkan seluruh ekosistem yang ada di laut akan mati. Membakar hutan secara ву GwSalsaCanZz ♡CMIIWL ♡ A Beberapafaktor yang menjadi penyebab terjadinya wanprestasi adalah sebagai berikut (Satrio, 1999): a. Adanya Kelalaian Debitur (Nasabah) Kerugian itu dapat dipersalahkan kepadanya (debitur) jika ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa yang merugikan pada diri debitur yang dapat dipertanggungjawabkan kepadanya.
SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Apa itu Faktor?dan apakah faktor dan penyebab itu sama??​ INI JAWABAN TERBAIK 👇 Faktor adalah hal-hal, keadaan, peristiwa yang berkontribusi atau mempengaruhi terjadinya sesuatu, penyebab = apa yang menyebabkan suatu peristiwa Faktor adalah homonim karena maknanya dieja dan diucapkan sama tetapi memiliki makna yang berbeda. Faktor-faktor tersebut memiliki arti dalam bidang matematika. faktor berbeda dari penyebab, penyebab adalah sesuatu yang dapat menyebabkan sesuatu terjadi pada item maaf jika benar semoga bermanfaat
Kepribadianmenjadi salah satu penyebab terjadinya anxiety. Tentu kepribadian seseorang berbeda, namun ada beberapa orang yang mudah merasa cemas. Salah satunya kurangnya rasa percaya diri. c. Lingkungan. Penyebab anxiety selanjutnya yaitu lingkungan. Dilansir dari healthline, lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab anxiety muncul. Pengertian Konflik – Di dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita semua tidak akan pernah lepas dari yang namanya konflik. Hal tersebut terjadi lantaran manusia sendiri adalah makhluk sosial yang akan selalu berinteraksi satu sama lain. Konflik disini adalah proses sosial yang mana salah satu pihak akan berupaya menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya. Permasalahan tersebut bisa saja terjadi diantara individu dengan individu, individu dengan suatu kelompok, atau kelompok dengan kelompok lain. Umumnya, konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan suatu interaksi yang menyebabkan terjadinya pertentangan. Pada intinya, konflik itu tak hanya akan membawa dampak negatif saja, tapi terkadang juga akan membawa dampak yang positif. Nah, supaya tidak bingung, dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian konflik dan beberapa penyebab serta contohnya di kehidupan sehari-hari. Apa saja ya kira-kira? Yuk simak pembahasannya di bawah ini. Apa Itu Konflik?Pengertian Konflik Menurut Para Ahlia. Alo Liliwerib. De Moorc. Dean G. Pruitt dan Jeffrey Z. Rubind. Lewis A. Cosere. Lawangf. Robert Lawangg. Soerjono SoekantoFaktor Penyebab Konflik1. Perbedaan Individu2. Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan Sehingga Menciptakan Pribadi yang Berbeda3. Perbedaan Kepentingan Antara Individu dan Kelompok3. Perubahan Nilai yang Ekspress dan Mendadak di dalam PendudukJenis-Jenis Konflik1. Konflik Pribadi2. Konflik Agama3. Konflik Rasial4. Konflik Antar Kelas Sosial5. Konflik Sosial6. Konflik Politik7. Konflik Internasional8. Penyebab Konflik-Perbedaan individu-Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok-Perbedaan latar belakang kebudayaan-Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakatCara Mengatasi Konflik1. Kompetisi2. Akomodasi3. Sharing4. Kolaborasi5. PenghindaranContoh KonflikRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori SosiologiMateri Sosiologi Apa Itu Konflik? Sebelum membahas tentang konflik lebih dalam, yuk kita bahas terlebih dulu mengenai pengertian konflik. Apakah diantara kamu ada yang sudah mengetahui apa itu konflik? Jadi, secara etimologis, kata konflik berasal dari Bahasa Latin yaitu “con” dan “figere”. Dimana kata “con” mempunyai arti bersama, sedangkan “figere” mempunyai arti memukul. Di dalam KBBI, entri “konflik” diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Sehingga bisa kota simpulkan bahwa konflik merupakan suatu kondisi ketika ada dua ataupun lebih pandangan, kepercayaan, keinginan, kepentingan, kebutuhan yang berbeda, nilai, tidak selaras, berseberangan, dan tidak sejalan. Di dalam materi Sosiologi yang membahas mengenai konflik, kata tersebut lebih diartikan sebagai suatu proses sosial yang terjadi di antara dua orang ataupun kelompok yang berupaya saling menyingkirkan satu sama lain dengan membuat seseorang atau kelompok lain tidak berdaya atau bahkan dengan cara menghancurkan orang atau kelompok lain. Umumnya, konflik akan timbul dari adanya perbedaan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya perbedaan budaya, fisik, kepentingan, nilai, kebutuhan, emosi, dan pola-pola perilaku antar individu maupun kelompok yang ada di dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan tersebut bisa memuncak menjadi sebuah konflik sosial ketika sistem sosial masyarakatnya tidak bisa mengakomodasi perbedaan yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Seperti yang biasanya terjadi di sekeliling kita, konflik memang tidak bisa dihindari dari dinamika kehidupan sosial. Dalam teori konflik tersebut, kondisi masyarakat yang bersifat plural memang akan terjadi ketidakseimbangan distribusi kekuasaan atau authority. Sehingga akan selalu ada kelompok sosial yang saling berkompetisi dalam merebut pengaruh yang ada di dalam suatu masyarakat. Dari adanya persaingan tersebut, lalu akan muncul kelompok yang paling berkuasa atas kelompok lainnya. Biasanya, kelompok yang merasa paling berkuasa adalah kelompok elit. Sehingga bisa membuat sebuah peraturan yang bersifat membela kepentingan kelompoknya sendiri. Peraturan yang dibuat oleh kelompok yang berkuasa tersebut bisa berupa hukum yang bersifat mengikat kelompok sosial lainnya supaya tetap patuh. Persaingan yang terjadi di antara kedua atau lebih kelompok inilah yang nantinya akan menyebabkan terjadinya konflik sosial di dalam masyarakat. Pengertian Konflik Menurut Para Ahli Supaya kamu bisa lebih paham mengenai materi konflik. Berikut ini adalah beberapa pengertian konflik menurut para ahli a. Alo Liliweri Konflik adalah suatu bentuk pertentangan alamiah yang berasal dari individu ataupun kelompok karena mereka terlibat mempunyai perbedaan kepercayaan, sikap, kebutuhan, dan nilai. b. De Moor Dalam sebuah sistem sosial, bisa dikatakan ada konflik jika para penghuni sistem tersebut membiarkan dirinya atau kelompoknya dibimbing oleh tujuan atau nilai yang bertentangan dan hal tersebut terjadi secara besar-besaran. c. Dean G. Pruitt dan Jeffrey Z. Rubin Istilah “conflict” dalam bahasa aslinya mempunyai arti sebagai perkelahian, peperangan, dan perjuangan yang berbentuk konfrontasi fisik antara beberapa pihak. d. Lewis A. Coser Konflik merupakan suatu perjuangan tentang nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bertujuan untuk menetralkan, mencederai, dan melenyapkan lawan. e. Lawang Konflik adalah suatu bentuk perjuangan untuk mendapatkan status, nilai, dan juga kekuasaan saat tujuan dari pihak yang berkonflik tak hanya memperoleh keuntungan, namun juga menundukkan saingannya. f. Robert Lawang Konflik merupakan suatu perjuangan untuk mendapatkan hal-hal yang langka seperti status, nilai, kekuasaan, dan lain sebagainya. Tujuan dari adanya konflik tersebut tidak hanya untuk mendapatkan kemenangan, tapi juga untuk menundukkan pesaing atau lawannya. g. Soerjono Soekanto Konflik sebagai salah satu proses sosial individu per individu atau kelompok manusia yang berupaya memenuhi kebutuhannya dengan cara menentang pihak lawan yang disertai dengan kekerasan ataupun ancaman. Di bawah ini adalah beberapa faktor penyebab konflik, antara lain 1. Perbedaan Individu Perbedaaan individu yang dimaksud yaitu meliputi perbedaan perasaan dan pendirian. Dimana setiap manusia adalah individu yang unik. Ini artinya, setiap orang mempunyai pendirian dan perasaan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan tersebut tetaplah menjadi suatu hal ataupun kawasan yang nyata itu meraih menjadi salah satu faktor penyebab konflik sosial. Sebab, dalam menjalani suatu hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya saja, saat berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu saja perasaan setiap orang akan berbeda-beda. Terdapat yang merasa terganggu karena berisik, tapi juga ada yang merasa terhibur. 2. Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan Sehingga Menciptakan Pribadi yang Berbeda Beberapa orang mungkin akan terpengaruh dengan pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda itu pada akhirnya dapat memicu konflik. 3. Perbedaan Kepentingan Antara Individu dan Kelompok Setiap orang pasti memiliki perasaan, pendirian atau latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Terkadang, orang-orang melakukan hal yang serupa, namun memiliki tujuan yang berbeda-beda. Misalnya saja, terkait perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan hutan. Dimana para tokoh masyarakat menganggap bahwa hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka. Sehingga harus dijaga kelestariannya dan tidak boleh ditebang secara sembarangan. Sementara untuk para petani, mereka justru memilih untuk menebang pohon karena menganggap pohon-pohon tersebut menjadi penghalang untuk mereka dalam membuat kebun dan ladang. Untuk para pengusaha kayu, mereka menebang pohon dan kemudian diekspor untuk memperoleh uang lalu membuka pekerjaan. Sedangkan untuk pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan yang harus dilestarikan. Dari sini bisa kita lihat bahwa ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dan kelompok lainnya. Hingga hal tersebut akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. 3. Perubahan Nilai yang Ekspress dan Mendadak di dalam Penduduk Perubahan merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Tapi bila perubahan tersebut berlangsung secara cepat dan mendadak, maka perubahan itu dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya saja, di dalam masyarakat pedesaan yang mengalami suatu proses industrialisasi yang cukup mendadak, maka hal itu tentu akan memunculkan konflik sosial. Sebab, nilai-nilai lama yang sudah ada di dalam masyarakat tradisional yang umumnya bercorak pertanian secara mendadak berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Dimana nilai-nilai yang berubah tersebut diantaranya adalah nilai gotong royong yang berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan gaji yang disesuaikan berdasarkan jenis pekerjaan mereka. Kemudian hubungan kekerabatan berubah menjadi hubungan struktural yang disusun di dalam suatu organisasi formal perusahaan. Perubahan-perubahan yang terjadi secara mendadak, tentu akan membuat goncangan di dalam proses sosial di dalam masyarakatnya. Bahkan akan muncul upaya penolakan pada bentuk perubahan, karena dinilai mengacaukan tatanan kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Jenis-Jenis Konflik Berikut ini adalah beberapa jenis konflik yang biasa kita temukan di dalam kehidupan bermasyarakat. 1. Konflik Pribadi Jenis konflik yang pertama adalah konflik pribadi. Dimana konflik pribadi adalah salah satu jenis konflik yang terjadi antara individu dengan individu ataupun dengan kelompok masyarakat. Salah satu penyebab adanya konflik pribadi adalah karena adanya perbedaan cara pandang antar individu yang berkaitan dengan persoalan yang serupa. Jenis konflik yang satu ini sangat sering terjadi di dalam pertemanan, keluarga, dunia kerja, dan lain sebagainya. Salah satu contoh dari konflik pribadi adalah ketika sebuah keluarga beradu argumen tentang pembagian hak waris atau warisan. 2. Konflik Agama Jenis konflik berikutnya adalah konflik agama. Konflik agama merupakan suatu konflik yang terjadi antara kelompok yang mempunyai agama serta keyakinan yang besar masyarakat menilai bahwa agama sebagai salah satu tuntunan dan juga pedoman hidup yang harus diikuti secara mutlak. Sehingga apapun yang berbeda dan tidak sesuai dengan agama yang mereka anut, maka akan dianggap sebagai masalah lalu hal itu akan memicu terjadinya konflik. Contoh dari konflik agama adalah konflik yang terjadi di Poso. Dimana konflik antara dua agama tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun. Konflik tersebut terjadi karena Poso pada saat itu dipenuhi dengan penduduk yang beragama Islam. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menganut agama Kristen masuk ke wilayah Poso dan menjadi dominan. Tapi pada akhirnya, konflik tersebut bisa diselesaikan melalui mediasi. 3. Konflik Rasial Konflik rasial adalah jenis konflik yang terjadi antara ras yang berbeda. Dimana konflik ras akan terjadi saat masing-masing ras merasa lebih unggul dan mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri. Untuk contoh dari konflik rasial yaitu seperti konflik antara pemuda kulit putih dan pemuda kulit hitam. Pastinya hal itu sangat meresahkan dan menyebabkan adanya perpecahan. Jenis konflik rasial ini sering terjadi di Indonesia. 4. Konflik Antar Kelas Sosial Jenis konflik selanjutnya adalah konflik antar kelas sosial. Dimana konflik jenis ini dikenal dengan konflik vertikal, yang mana bisa muncul karena adanya suatu perbedaan kepentingan di antara kelas-kelas yang ada di dalam masyarakat. Untuk contoh dari jenis konflik yang satu ini adalah adanya demo yang terjadi antara karyawan dan perusahaan, dimana para karyawan menuntut untuk kenaikan gaji. 5. Konflik Sosial Adanya kelompok kelas di dalam sebuah masyarakat akan sangat berpotensi memicu terjadinya konflik. Perebutan dan juga upaya untuk mempertahankan status dan peran di dalam kelompok masyarakat kerap kali menimbulkan konflik. Contoh dari konflik yang satu ini yaitu antara kelompok kaya dan kelompok miskin yang saling merebutkan kekuasaan di dalam kursi politik. 6. Konflik Politik Konflik politik adalah salah satu jenis konflik yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan di dalam kehidupan politik. konflik tersebut terjadi karena masing-masing kelompok ingin berkuasa di dalam sebuah sistem pemerintahan. Contoh dari konflik ini yaitu pemberontakan PKI di Madiun, Pemberontakan 30S/PKI, dan pemberontakan DI/TII. Bahkan, sekarang ini masih banyak konflik politik yang terjadi ketika menjelang pemilu. 7. Konflik Internasional Konflik internasional adalah jenis konflik yang melibatkan berbagai macam kelompok negara karena adanya perbedaan kepentingan masing-masing negara. Salah satu contoh dari konflik internasional adalah antara Korea Utara dan Korea Selatan, ISIS, serta negara-negara lain yang melakukan peperangan. 8. Penyebab Konflik Konflik dapat terjadi karena adanya suatu penyebab. Sehingga akan menimbulkan suatu konflik. Adapun beberapa penyebab konflik secara menyeluruh diantaranya -Perbedaan individu Penyebab terjadinya konflik yang pertama adalah karena adanya perbedaan individu dan perasaan yang berbeda-beda. Dimana biasanya terdapat perbedaan perasaan dan pendirian terhadap suatu hal ataupun lingkungan yang nyata. Hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebab adanya konflik sosial. -Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok Penyebab konflik berikutnya adalah perbedaan kepentingan antara individu dan suatu kelompok. Hal tersebut terjadi karena tidak semua orang memiliki kepentingan yang sama. -Perbedaan latar belakang kebudayaan Beberapa orang akan terpengaruh dengan pola pemilikan dan juga pendirian dari kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda itu pada akhirnya akan memicu adanya perbedaan yang bisa menimbulkan suatu konflik. -Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa perubahan yang terjadi secara mendadak di suatu masyarakat berpotensi memicu adanya konflik. Sebab, hal itu terjadi karena ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi suatu perubahan secara drastis. Cara Mengatasi Konflik Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi suatu konflik. 1. Kompetisi Penyelesaian konflik yang berbentuk kompetisi biasanya dikenal dengan istilah win-lose orientation. Dimana proses penyelesaian ini menggambarkan satu pihak yang mengorbankan pihak lain. 2. Akomodasi Penyelesaian konflik jenis ini akan menggambarkan suatu kompetisi bayangan cermin yang akan memberikan keseluruhan penyelesaian pada pihak lain tanpa adanya upaya untuk memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses itu biasanya dikenal dengan taktik perdamaian. 3. Sharing Dalam proses penyelesaian konflik jenis ini, satu pihak akan memberi dan pihak lain akan menerima sesuatu. Keduanya memiliki pikiran yang moderat, tidak lengkap, tapi memuaskan. 4. Kolaborasi Ini adalah salah satu bentuk upaya menyelesaikan konflik yang bisa memuaskan kedua belah pihak. Upaya tersebut adalah pendekatan pemecahan masalah yang membutuhkan integrasi dari kedua pihak. 5. Penghindaran Penyelesaian konflik ini biasanya menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok yang bersangkutan. Kondisi tersebut menggambarkan penarikan kepentingan kelompok lain. Contoh Konflik Contoh konflik yang seringkali kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari adalah konflik tentang anak-anak yang putus sekolah karena harus membantu orang tuanya tersebut harus menjadi salah satu perhatian pihak pemerintah karena anak-anak yang berusia wajib belajar perlu menyelesaikan pendidikannya hingga tamat. Berdasarkan survei anak usia 10 sampai 17 tahun yang sudah bekerja, seperti yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2006. Tercatat sebanyak 2,8 juta anak sudah menjadi pekerja. Dari hasil studi tersebut, ditemukan bahwa anak-anak yang berusia 9 hingga 15 tahun sudah terlibat ke dalam berbagai jenis pekerjaan. Dimana hal itu telah berakibat terhadap kesehatan mental, emosional, dan fisik mereka. Awalnya mungkin mereka hanya berniat membantu orang tuanya. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka kemudian terjebak menjadi seorang pekerja permanen. Akhirnya mereka sering bolos sekolah dan memutuskan untuk berhenti sekolah. Untuk anak-anak miskin, Bantuan Operasional Sekolah atau BOS saja tidak cukup. Pemerintah dan sekolah seharusnya memikirkan pemberian beasiswa tambahan untuk membelikan seragam dan juga alat tulis. Supaya anak-anak yang kurang mampu tidak terbebani dengan biaya pendidikan. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Lingkaran- Obsessive Compulsive Disorder atau yang sering disebut dengan OCD merupakan gangguan mental yang dapat menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang, jika tidak dilakukan maka penderita OCD akan merasakan kecemasan dan ketakutan.Bahaya Jika Terlalu Sering Begadang, Nomor 4!!
Latar Belakang Risiko Adalah – Pengertian, Tahapan, Jenis Dan Klasifikasinya – Manajemen risiko merupakan salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis perusahaan karena semakin berkembangnya dunia perusahaan serta meningkatnya kompleksitas aktivitas perusahaan mengakibatkan meningkatnya tingkat risiko yang dihadapi perusahaan. Sasaran utama dari implementasi manajemen risiko adalah melindungi perusahaan terhadap kerugian yang mungkin timbul. Lembaga perusahaan mengelola risiko dengan menyeimbangkan antara strategi bisnis dengan pengelolaan risikonya sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil optimal dari operasionalnya. Kita harus bisa menemukan kerugian potensial yang mungkin terjadi dan mencari cara untuk menangani risiko tersebut. Dunia bisnis pun tak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian dalam dunia bisnis akan menyebabkan terjadinya risiko bisnis. Perusahaan merencanakan untuk menggencarkan promosi produknya dengan harapan penjualanya dapat meningkat. Dengan analisis yang mendalam diperkirakan penjualan setelah adanya promosi besar-besaran tersebut dapat meningkat sebanyak 20%. Tetapi kenyataanya penjualan hanya dapat meningkat 10%. Ini merupakan salah satu bentuk risiko yang terjadi dalam dunia bisnis. Risiko dalam bisnis tidak bisa diabaikan begitu saja. Perusahaan perlu menganalisis kemungkinan kerugian potensi dalam bisnisnya tersebut kemudian mengevaluasi dan mencari cara untuk menanggulanginya. Dengan demikian diharapkan bisnis yang dijalaninya dapat sukses meraih tujuan dengan mudah. Risiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan. Risiko adalah berbagai kemungkinan yang terjadi pada periode tertentu. Risiko sering dikaitkan dengan kerugian. Jadi risiko adalah ketidakpastian yang mungkin melahirkan kerugian atau peluang terjadi sesuatu yang bad outcame. Setiap organisasi perusahaan selalu menanggung risiko. Risiko, bisnis, kecelakaan kerja, bencana alam, perampokan, dan pencurian, kebangkrutan adalah beberapa contoh dari risiko yang lazim terjadi di berbagai perusahaan. Terutama perusahaan yang tidak melakukan tindakan apa-apa, bahkan tindakan preventif pun tidak dilakukan. Perusahaan ini tidak melakukan tindakan untuk pencegahan risiko yang akan timbul nantinya. Untuk kali kami akan mencoba untuk mengulas mengenai pengertian risiko “risk” yang dikemukan oleh beberapa ahli. Untuk istilah risiko sendiri sudah biasa dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, yang umumnya sudah dipahami secara intuituf. Tetapi untuk pengertian secara ilmiah dari risiko sampai saat ini masih tetap beragam, nah untuk lebih jelasnya mengenai pengertian risiko menurut para ahli simak ulasannya dibawah. Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, ada pepatah mengatakan tak ada hidup tanpa risiko. Risiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya future dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Pada dasarnya risiko tidak dapat dihindari dari aktivitas bisnis perusahaan, sehingga diperlukan manajemen risiko untuk mengatasi permasalahan ini. Manfaat perusahaan mengimplementasikan manajemen risiko antara lain Lam, 20076 memberikan peran dalam pengelolaan risiko kepada manajer perusahaan, mengingat manajer perusahaan memiliki akses penuh terhadap informasi dan dukungan dari para profesional manajemen risiko. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia menyebutkan bahwa manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumber daya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko- resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, dan tuntutan hukum. Menurut manajemen resiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer resiko pada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek buruk dari resiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari resiko menurut COSO, manajemen resiko risk management dapat diartikan sebagai “a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, manage risk to be within its risk appetite, and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives. Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi manajemen semua perusahaan. Proses di mana suatu organisasi yang sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu aktivitas menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktivitas dari semua aktivitas. Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara mengatasi resiko. Sasarannya untuk menambah nilai maksimum berkesinambungan sustainable organisasi. Tujuan utama untuk memahami potensi upside dan downside dari semua faktor yang dapat memberikan dampak bagi organisasi. Manajemen resiko meningkatkan kemungkinan sukses, mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin keseluruhan sasaran resiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan mengembangkan proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam mengimplementasikan. Manajemen resiko seharusnya ditujukan untuk menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode yang digunakan dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi di masa lalu, masa kini dan masa depan. Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam budaya organisasi dengan kebijaksanaan yang efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa manajemen senior. Manajemen resiko harus diterjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas dan tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu organisasi, di mana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen resiko sebagai bagian dari deskripsi kerja. Manajemen resiko mendukung akuntabilitas keterbukaan, kinerja pengukuran dan reward, mempromosikan efisiensi operasional dari semua tingkatan. Pengertian Risiko Operational Risiko operational merupakan risiko yang umumnya bersumber dari masalah internal perusahaan, dimana risiko tersebut terjadi disebabkan oleh lamanya sistem kontrol manajemen management controlsystem. Yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Misalnya risiko operational adalah risiko pada komputer karena telah terserang virus, kerusakan maintenance pabrik, kecelakaan kerja, kesalahan dalam pencatatan pembelian barang dan tidak adanya kesepakatan bahwa barang yan dibeli dapat ditukar kembali dan sebagainya. Risiko operasonal dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan. Risiko ini merupakan risiko yang melekat inherent pada setiap aktivitas fungsional Bank, seperti kegiatan perkreditan penyediaan dana, tresuri dan investasi, operasional dan jasa, pembiayaan perdagangan, pendanaan dan instrumen utang, teknologi sistem informasi dan sistem informasi manajemen, dan pengelolaan sumber daya operasional bukanlah hal baru walaupun disadari merupakan risiko yang paling akhir terdefinisikan dalam Basel II. Definisi risiko operasional dalam Basel II adalah termasuk risiko hukum, namun tidak mencakup risiko bisnis, strategis dan Mamduh2009 risiko operational merupakan tipe risiko yang paling tua, tetapi yan paling sedikit dipahami dibandingkan dengan tipe risiko lainnya. misalkan risiko pasar ataupun risiko tingkat bunga. Perusahaan sudah mengenali risiko operational meskipun dengan nama yang berbeda. Sebagai contoh perusahana selalu berusaha memperbaiki sistem, prosedur, atau proses bisnis melalui manajemen kualitas, perusahaan memberikan training kepada karyawannya agar mereka semakin terlatih dan semakin sedikit membuat kesalahan. Dalam konteks manajemen risiko, upaya terseut dipandag sebagai upaya untuk mengelola atau menurunkan risiko operational. Baca Juga Pengertian Komunikasi Lisan Dan Tertulis Secara Lengkap Pengukuran Risiko Operational Salah satu teknik untuk mengukur resiko operasional adalah dengan menggunakan dua klasifikasi, yaitu Frekuensi atau probabilitas terjadinya resiko. Tingkat keseriusan kerugian atau impact dari resiko tersebut. Dengan menggunakan dua dimensi tersebut, kita bisa membuat matriks frekuensi/tingkat untuk resiko-resiko yang ada, termasuk resiko operasional. Berikut contoh aplikasi matriks termasuk untuk gagal bayar dan kesalahan pemrosesan transaksi. Bagan diatas menunjukkan bagan metriks dengan dimensi frekuensi di sumbu horizontal dan dimensi severity pada sumbu vertical. Resiko-resiko bisa diklasifikasi berdasarkan dimensi-dimensi tersebut. Misalnya, resiko gagal bayar dari debitur perusahaan besar biasanya jarang terjadi. Karena itu resiko itu diklasifikasi sebagai dengan frekuensi rendah. Tetapi jika terjadi, kerugian yang timbul bisa sangat besar. Karena itu resiko tersebut diklasifikasi dengan severity tinggi. Gabungan antara frekuensi rendah dengan severity tinggi terlihat pada titik B pada bagan diatas. Sebaliknya, kesalahan pemrosesan atau kesalahan pencatatan transaksi akan sering terjadi apalagi jika proses pencatatan masih secara manual. Tetapi tingkat severity dari kesalahan tersebut tidak terlalu tinggi. Karena itu kesalahan pemrosesan berada pada titik A. dengan proses semacam itu, kita bisa memperoleh gambaran mengenai frekuensi dan severity dari suatu resiko, yang selanjutnya mempunyai implikasi pada bagaimana mengelola resiko tersebut. Sebagai contoh, berikut ini strategi menghadapi resiko berdasarkan metrics severity/frequency. Perhatikan bahwa matriks likelihood frekuensi dan significance severity dikelompokan dalam empat kuadran, yaitu Signifikansi severity rendah dan likelihood frekuensi rendah Signifikansi severity tinggi dan likelihood frekuensi rendah Signifikansi severity rendah dan likelihood frekuensi tinggi Signifikansi severity tinggi dan likelihood frekuensi tinggi Penentuan tinggi rendah severity atau frekuensi bisa dilakukan melalui beberapa cara. Misalnya severity atau frekuensi yang lebih besar dibandingkan dengan median atau rata-rata dari resiko yang ada dalam daftar dikelompokkan kedalam severity atau frekuensi tinggi, dan sebaliknya. Penentuan tinggi rendah tersebut dapat dilakukan melalui perhitungan angka absolute atau bias melalui survey terhadap menajer-manajer perusahaan. Melalui pertanyaan-pertanyaan seperti itu teridentifikasi letak masing-masing resiko berdasarkan dimensi signifikansi dan kemungkinan. Selanjutnya, strategi yang tepat bisa dirumuskan untuk mengelola resiko tersebut. Baca Juga Pengertian Eksternal Public Relations Dan Internal Public Relations Lengkap Signifikansi severity rendah dan likelihood frekuensi rendah low control. Perusahaan dapat menerapkan pengawasan yang rendah terhadap resiko pada kategori ini. Pengawasan yang terlalu berlebihan pada jenis resiko ini akan menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan manfaatnya, sehingga akan lebih optimal jika perusahaan tidak melakukan pengawasan yang berlebihan. Signifikansi severity tinggi dan likelihood frekuensi rendah detect and monitor. Tipe resiko seperti ini lebih menantang untuk dihadapi. Jika resiko seperti ini muncul, perusahaan bisa mengalami kerugian yang cukup besar, dan barang kali dapat mengakibatkan kebangkrutan. Tetapi frekuensi resiko tersebut relative jarang, sehingga tidak mudah ditemui atau dikenali oleh perusahaan. Karena itu resiko tipe ini paling sulit dipahami karakteristiknya, dan sulit diprediksi kapan datangnya. Misalnya, Baring gagal melakukan pengawasan terhadap trading yang diluar batas oleh salah seorang tradernya, kemudian terjadi kerugian yang mengakibatkan kebangkrutan perusahaan tersbut. Frekuensi resiko semacam ini relative jarang ditemui. Signifikansi severity rendah dan likelihood frekuensi tinggi Tipe resiko semacam ini seringkali muncul tapi besarnya kerugian relative kecil. Biasanya resiko semacam ini muncul sebagai akibat perusahaan menjalankan bisnisnya. Dengan kata lain, resiko semacam ini merupakan konsekuensi perusahaan menjalankan bisnisnya. Misalnya, untuk perusahaan supermarket, ada resiko shoplifting pencurian oleh pembeli, pencurian oleh karyawan, barang dagangan rusak karena busuk atau karena botol pecah, resiko semacam ini lebih mudah dikenali, dan perusahaan bisa menghitung resiko tersebut. Kemudian perusahaan bisa menganggapnya sebagai biaya dari kegiatan bisnis, dan perusahaan bisa memasukannya dalam komponen harga. Kebanyakan perusahaan memasukan biaya seperti itu ke dalam struktur harga mereka. Perusahaan bisa memonitor resiko-resiko tersebut untuk memastikan bahwa resiko tersebut masih berada pada wilayah normal. Jika resiko tersebut bergerak melebihi batas tertentu, maka perusahaan perlu melakukan tindakan untuk menangani resiko tersebut. Misalnya, jika frekuensi pencurian oleh pembeli supermarket menunjukkan kecenderungan menin gkat maka manajer perlu melakukan perbaikan. Perbaikan-perbaikan tersebut pada intinya memperbaiki prosedur dan proses bisnis. Misalnya, pada kasus pencurian diatas, manajer supermarket bisa meminta pembeli untuk meninggalkan tas, memasang supermarket di supermarket, memasang barcode pada setiap produk yang dipajang sehingga jika tidak di lepas dan melewati tiang scanner akan berbunyi. Signifikansi severity tinggi dan likelihood frekuensi tinggi prevent at source. Tipe resiko seperti ini tidak releven lagi dibicarakan, karena jika situasi semacam ini terjadi, berarti perusahaan tidak lagi bisa mengendalikan resiko, dan bisa berakibat pada kebangkrutan. Misalnya, jika perusahaan tidak bisa mengendalikan penggelapan uang dengan jumlah besar oleh karyawannya tipe resiko ini berada dalam kuadran frekuensi rendah/signifikansi tinggi, maka ada kemungkinan resiko ini berubah menuju kuadran frekuensi tinggi/signifikansi tinggi. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan praktis akan bangkrut dalam waktu singkat. Dengan perspektif semacam ini, maka tugas manajemen resiko adalah mencegahnya migrasi resiko-resiko yang ada ke dalam kuadran frekuensi tinggi/signifikansi tinggi. Strategi untuk menghadapi resiko di wilayah-wilayah tersebut sebagai berikut Wilayah 1. Severity tinggi dan frekuensi tinggi Immediate Action Untuk wilayah ini, perusahaan haruas melakukan penanganan yang agresif dan segera Immediate Action. Wilayah 2 Severity tinggi dan frekuensi agak tinggi Immediate Attention Untuk wilayah ini, perusahaan harus mengawasi resiko ini ImmediateAttention. Wilayah 3 severity agak tinggi dan frekuensi agak tinggi Periodic Attention Untuk wilayah ini, perusahaan harus bisa melakukan pengawasan secara berkala periodic attention. Wilayah 4 serity rendah dan frekuensi rendah Annual Evaluation Untuk wilayah ini, perusahaan ini bisa lebih longgar, yaitu melakukan pengawasan dengan jangka waktu panjang, misalnya tathunan. annual evaluation. Baca Juga 9 Klasifikasi Bisnis Dan Karakteristik Proses Bisnis Aspek dinamika resiko juga perlu diperhatikan. Resiko bisa berubah dari wilayah 4 ke wilayah lainya, misal ke wilayah 2. Misalnya, resiko tuntutan hokum barangkali tidak begitu kelihatan di masa lalu. Tetapi dengan semakin sadarnya masyarakat akan hak dan kewajibanya, resiko tersebut bisa berubah menjadi resiko yang semakin pentin. Pengukuran resiko oprasional dapat kita lakukan dengan penempatan tingkatan dari setiap bentuk resiko yang terjadi. Yaitu semakin tinggi resiko maka semakin tinggi kem ungkinan untuk memperoleh retrun yang di harapkan, dengan asumsi resiko dan retrun besifat linier. Adapun pengertian risiko menurut para ahli diantaranya yaitu Menurut Arthur Williams Dan Richard, Resiko merupakan suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama priode tertentu. Menurut A. Abas Salim Resiko merupakan ketidaktentuan “uncertainty” yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian “loss”. Menurut Soekarto Risiko merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa. Menurut Herman Darmawi Resiko merupakan probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan. Menurut Prof Soemarno, Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko. Menurut Sri Redjeki Hartono Resiko merupakan suatu ketidakpastian di masa yang akan datang tentang kerugian. Menurut Subekti Resiko kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak. Menurut Ahli Statistik Resiko merupakan derjat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata. Menurut KBBI Resiko merupakan kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan. Menurut Isto Resiko merupakan bahaya yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dari definisi-definsi tersebut dapat disimpulkan bahwa risiko dalam hal ini selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak diduga/tidak diinginkan. Dengan demikian risiko mempunyai karakteristik yaitu Merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa. Merupakan ketidakpastian bila terjadi akan menimbulkan kerugian. Wujud dari risiko itu dapat bermacam-macam antara lain yaitu Berupa kerugian atas harta/kekayaan atau penghasilan, misalnya diakibatkan oleh kebakaran, pencurian, pengangguran dan sebagainya. Berupa penderitaan seseorang misalnya sakit/cacat karena kecelakaan. Berupa tanggung jawab hukum, misalnya risiko dari perbuatan atau peristiwa yang merigikan orang lain. Berupa kerugian karena perubahan keadaan pasar, misalnya terjadinya perubahan harga, perubahan selera konsumen dan sebagainya. Baca Juga 9 Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli Lengkap Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat dalam gambar di bawah ini Pada gambar diatas dapat kita pahami bahwa terdapat suatu hubungan kuat antara expected return / ER dan Risk . Dimana setiap titik-titik dan wilayah tersebut dapat kita jelaskan sebagai berikut Posisi 1 adalah dimana ER berada di posisi tertinggi dan juga berada di posisi yang tertinggi dalam artian semakin tinggi pengharapan pada ER maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya . Atau dengan kata lain disini kondisi maksimalitas ER bersifat searah linier dengan resiko yang akan diterima. Misalnya, pada saat suatu perusahaan merencanakan untuk menambah kapasitas atau profit perusahaan akan mengalami peningkatan, namun ini juga berakibat pada terjadinya peningkatan pada proses produksi untuk mampu meningfkatkan jumlah produksi per unitnya yaitu jika sebelumnyya perusahaan bisa memproduksi unit maka sekarang harus ditingkatkan menjadi unit. Kondisi ini akan menimbulkan beberapa dampak pada resiko operasional perusahaan seperti Mesin produksi akan mengalami masa penyusutan dengan cepat karena dipakai dalam waktu lebih lama dan bersifat mengejar target produksi. Kebutuhan bahan baku yang di butuhkan akan mengalami peningkatan yang tinggi dan tidak boleh berhenti karena akan mempengaruhi kelancaran produksi secara tepat waktu. Posisi II adalah dimana E R berada pada posisi rendah dan berada pada posisi yang tinggi atau dengan kata lain ER dan bersifat tidak searah non melakukan antisipasi dan menetapkan strategi yang maksimal guna menghindari semakin terjadinyapergerakan terjadinya kenaikan resiko yang lebih tinggi,karena semakin tingginya resiko yang terjadi akan menyebabkan beberapa hal pada perusahaan, misalnya Peningkatan kerugin perusahaan akan terus bertambah dan lebih jauh dana cadangan akan lebih banyak terkuras Jika resiko kerugian ini di biarkan terus menerus maka akan menyebabkan perusahaan berada dalam kondisi financial distress kesulitan keuangan. Posisi III adalah dimana ER berada pada posisi rendah dan juga berada pada posisi yang rendah, atau dengan kata lain ER dan bersifat searah linier. Pisisi IV adalah dimana ER berada pada posisi tinggi dan berada pada posisi yang rendah atau dengan kata lain ER dan bersifat tidak searah non linier pada kondisi yang seperti ini ada beberapa kondisi dan situasi yang perlu di cermati Resiko sangat sulit diprediksi tapi jika terjadi mampu menempatkan posisi perusahaan berada pada titik posisi II Kondisi dan situasi ini terjadi pada saat control resiko risk control menjadi lemah karena perusahaan selama ini terbuai oleh profit yang terus menerus mengalami kenaikan. Semangat kerja under pressure yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan tidak lagi seperti berada pada posisi II, dan ini bisa berdampak pada penurunan kedisiplinan kerja serta target pekerjaan yang harus dikerjakan. Baca Juga Restoran adalah Perubahan Karakteristik Risiko Operational Setiap risiko bisa berubah karateristiknya dari waktu ke waktu. Misalkan pada jaman dulu pencatatan transaksi dilakukan secara manual karyawan menuliskan harga dan jumlah unit yang diperdagangkan di kertas , cara tersebut dapat memunculkan risiko kesalahan pencatatan. Frekuensi kesalahan cukup sering karena karyawan sering lelah namun biasanya mengakibatkan kerugian yang relative kecil. Sekarang ini sudah banyak cara manual seperti itu diganti dengan pencatatan terkomputerisasi dengan demikian frekuensi kesalahan dapat diturunkan namun akan muncul jenis risiko baru. Apabila terjadi kegagalan atau kelemahan pada system komputer maka kerugian yang muncul akan sangat besar. Globalisasi Era globalisasi telah memberi perubahan besar bagi konsep bisnis pada seluruh sektor bisnis, baik financial maupun non financial, sehingga menciptakan konsep produk dibuat untuk bisa menampung keinginan globalisasi tersebut. Karena itu, perusahaan dituntut untuk menerapkan manajemen yang berbasis konsep global yang secara tidak langsung mekanisme operational perusahaan juga harus bersifat global. Otomatisasi Otomatisasi ini menurunkan risiko yang berkaitan dengan manusia misal kesalahan dalam pencatatan karena kelelahan. Tetapi otomatisasi semacam itu memunculkan risiko yang baru yaitu risiko kegagalan sistem dan semacamnya. Risiko ini cenderung lebih sulit untuk dideteksi dan jika terjadi maka perusahaan akan mengalami kerugian yan signifikan. Terlalu mengandalkan teknologi Apabila terlalu mengendalikan teknologi maka akan ada risiko baru yang akan dialami, walaupun dengan menggunakna teknologi memudahkan dalam membantu proses bisnis yang akan lebih cepat. Outsourcing Outsourcing merupakan tren bisnis akhir – akhir ini. Outsourcing berarti menggunakan jasa pihak luar untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaan perusahaan. Outsourcing dilakukan dengan pertimbangan efisiensi bisa menurunkan biaya . Jika melakukan pekerjaan sendiri , karena sesuatu hal misalkan keahlian yang tidak ada atau skala ekonomi yang kurang , bagi perusahaan, akan lebih menguntungkan jika menggunakan jasa dari pihak luar untuk pekerjaan tertentu. Perubahan budaya masyarakat Masyrakat semakin lama semakin pandai, semakin sadar kan hak dan kewajibannya. Kesadaran tersebut cenderung meningkatakan risiko litigasi, dimana masyarakat akan berusaha menuntut apabila merasa dirugikan. Perubahan budaya masyarakat bisa meningkatkan risiko gugatan hukum. Baca Juga “Efek Beragun Aset EBA ” Pengertian & Manfaat – Risiko – Contoh Biaya untuk risiko Operational Untuk mengatasi risiko operational suatu perusahaan harus membuat analisa mencakup Menghitung dan memetakan bentuk risiko yang sedang dan akan dihadapi Memperhitung biaya yang harus dialokasikan menyangkut pengelolaan risiko Memutuskan pembentukan mekanisme seperti apa yang layak diterappkan untuk mengelola risiko Memutuskan dari manasumberdana yang dapat dialokasikan untuk mendukung penyelesaian operational risk ini. Strategi Dalam Risiko Pengadaan Barang dan Jasa Berhubungan dengan anggaran pemerintahan dalam sebuah kerja sama pengadaan barang dan jasa sangat rentan dengan aspek KKN. Konsekuensinya, akan berbenturan dengan hukum yang berlaku. Kerentanan tersebut, menjadikan hukum dan aturan yang ditetapkan pun jadi semakin ketat untuk menghindari segala kemungkinan tindakan KKN. Nah, bagi Anda yang terlibat dalam usaha pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah tentu harus mengerti seputar aturan, hukum, dan cara mengantisipasinya agar tidak terkena risiko pidana. Bagaimanakah caranya? Harus selalu disadari bahwa risiko tindak pidana tidak dapat dihilangkan. Risiko hanya dapat dikurangi kemungkinan terjadinya dengan mengimplementasikan strategi yang tepat. Menyuap auditor bukan merupakan cara menyelesaikan masalah yang tepat. Justru sebaliknya, akan menambah masalah. Salah satu strateginya ialah melalui metode risk transfer atau memindahkan risiko kepada pihak atau perusahaan lain. Penerapannya ialah dengan meminjam bendera perusahaan lain untuk melaksanakan pengadaan barang/ pengelola pengadaan barang dan jasa, strategi risk transfer dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. Meminta penjelasan secara tertulis fatwa untuk hal-hal yang belum jelas kepada lembaga yang kompeten dan relevan, misalnya BPK, LKPP, Mendagri, atau Menkeu. Dengan memiliki penjelasan tertulis, risiko secara otomatis akan berpindah kepada lembaga yang mengeluarkan fatwa tersebut. Meminta persetujuan tertulis kepada manajemen atau lembaga yang lebih tinggi. Praktik ini pernah terjadi pada pengadaan peralatan penyadapan di Komisi Pemberantasan Korupsi KPK melalui mekanisme Penunjukan Langsung. Hal ini dilakukan KPK dengan meminta persetujuan presiden untuk melaksanakan pengadaannya melalui mekanisme Penunjukan Langsung, tanpa melalui lelang. Pasalnya, jika pagunya di atas 200 juta rupiah, aturan undang-undangnya mesti melalui sistem lelang. Dengan demikian, KPK terbebas dari risiko tindak pidana dalam melaksanakan pengadaan peralatan penyadapan melalui mekanisme Penunjukan Langsung tersebut. Secara lebih lengkapnya lagi mengenai mekanisme, aturan, dan strategi pengadaan barang dan jasa ini akan dijelaskan dalam buku Aman dari Risiko dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Buku ini ditulis oleh Suswinarno Ak., MM untuk memberikan pemahaman yang baik dan tepat tentang manajemen risiko pengadaan barang dan jasa pemerintah agar bisa terbitan VisiMedia ini dibagi ke dalam enam penjelasan pokok, yaitu mulai dari manajemen risiko, proses manajemen, identifikasi risiko pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, mengukur risiko tindak pidana pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, strategi mengantisipasi risiko pidana, hingga tip dan trik menghadapi audit dan auditor. Resiko Pengadaan Dalam opini mendefinisikan barang dan jasa, kuantitas, kualitas, waktu, tempat dan harga akan menentukan seberapa kompleks proses yang harus dilakukan dalam mendapatkan barang dan jasa. Seperti yang diutarakan Samsul, mana yang lebih kompleks mengukur benda atau tindakan? Jawabannya adalah lebih mudah mengukur benda ketimbang mengukur tindakan. Karena benda sifatnya tangible berwujud sedangkan tindakan sifatnya intangible tidak berwujud. Dengan kerangka pikir diatas tentu lebih sederhana mendapatkan barang dibanding mendapatkan berpikir ini juga akan membawa kita pada rantai logika yang sama ketika dihadapkan pada kompleksitas barang/jasa versus penyedia. Skala kompleksitas menilai barang/jasa tentu lebih sederhana dibanding menilai penyedianya. Mengkompetisikan banyak penyedia yang mampu menyediakan barang adalah cara yang paling tepat. Dalam mengenal karakteristik penyedia, penting juga untuk mengenal Krajilc Box Method yang memposisikan barang/jasa kedalam empat kotak berdasarkan karakteristik barang/jasa dikaitkan dengan potensi resiko dan potensi nilai belanja. Karakteristik ini dapat dijadikan peta dalam pengambilan keputusan penetapan metode pengadaan dikaitkan dengan skala kompleksitas. Baca Juga “Delisting & Relisting” Pengertian & Syarat Dalam Ekonomi Barang/jasa Laverage mempunyai karakteristik resiko kecil tapi nilai pembelian tinggi yang diutamakan adalah memaksimalkan penghematan. Contoh laptop berada pada pasar persaingan sempurna dimana jumlah penyedia dan jumlah barang baik jenis maupun kuantitas tersedia di pasar secara luas dan banyak sehingga faktor yang jadi pertimbangan hanyalah harga yang terendah. Barang/jasa Routine adalah barang resiko rendah dengan nilai pembelian yang rendah yang diutamakan adalah meminimalkan waktu dan sumber daya. Contoh alat tulis kantor, pasti diperlukan setiap tahun dalam jumlah yang kecil dan terpecah-pecah dalam item-item kemudian dari sisi barang dan penyedia tersedia luas. Barang/Jasa Bottleneck mempunyai karakteristik resiko tinggi tapi nilai pembelian rendah fokus kepada jaminan pasokan agar tidak terhenti. Kontrak jangka panjang dengan eskalasi terpantau dan dinegosiasikan secara berkala. Contoh obat-obatan, bersifat urgen dalam artian kalau tidak tersedia dalam waktu yang dibutuhkan akan mengakibatkan hambatan pada organisasi, spesifikasi khusus dan jumlah penyedia terbatas. Nilai pembelian terbatas dan terbagi atas item-item kecil. Barang/jasa Critical mempunyai karakteristik resiko tinggi dan dengan nilai pembelian yang tinggi memperhitungkan semua biaya langsung maupun tidak langsung dan maksimalisasi pencapaian Nilai Manfaat Uang Value for Money. Contoh Mesin Pembangkit Tenaga Listrik dari sisi spesifikasi sangat khusus, jumlah penyedia terbatas, bersifat urgen dan nilai pembelian tinggi. Dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dikenal beberapa metode pemilihan pada penyedia barang/jasa. Pengadaan barang, jasa lainnya, dan pekerjaan konstruksi, terdapat beberapa metode, yakni pelelangan umum, pelelangan terbatas, pemilihan langsung, penunjukan langsung, dan pengadaan langsung; untuk pengadaan jasa konsultan terdapat beberapa metode, yakni seleksi umum, seleksi sederhana, penunjukan langsung, pengadaan langsung, dan sayembara. Metode-metode tersebut dilakukan dengan langkah-langkah yang cukup rumit dan multitafsir. Pusing bukan. Cukup sudah. Baca Juga 9 Pengertian Perusahaan Menurut Para Ahli Lengkap Demikianlah pembahasan mengenai Risiko Adalah – Pengertian, Tahapan, Jenis Dan Klasifikasinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Carayang salah dalam memakai dan memilih pembalut bisa menjadi faktor utama terjadinya gatal dan iritasi pada area kewanitaan. - Halaman 4 Untuk itu Anda perlu memahami beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan untuk meminimalisir terjadinya iritasi. Jadi bila Anda sering bergonta-ganti merek pembalut bukanlah sesuatu yang keliru.
Ilustrasi Hal yang Ikut Menyebabkan Terjadinya Sesuatu Foto Nick Fewings adalah permainan yang digemari oleh masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan dalam TTS mencakup topik yang luas sehingga pemainnya tidak akan mudah merasa bosan. Salah satu pertanyaan yang cukup sulit dijawab adalah hal yang ikut menyebabkan terjadinya TTS bisa muncul berulang kali, jadi tidak ada salahnya jika kalian mengingat jawaban yang sudah didapat terutama jika jawabannya sulit dicari. Untuk mengetahui kunci jawaban yang tepat, simak pembahasannya berikut Jawaban Hal yang Ikut Menyebabkan Terjadinya SesuatuIlustrasi Hal yang Ikut Menyebabkan Terjadinya Sesuatu Foto Johan Mouchet silang termasuk dalam kategori permainan asah otak karena pemain diharuskan berpikir untuk bisa menyelesaikan permainan. Selain itu, jawaban yang didapat juga harus memiliki jumlah huruf sama dengan kotak kosong hal yang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu? Pemain bisa mencari jawaban dari berbagai sumber, misalnya untuk menjawab pertanyaan tersebut carilah jawabannya di kamus. Jangan khawatir jika tidak memiliki kamus, karena sekarang KBBI daring bisa diakses dengan yang tepat untuk soal tersebut adalah faktor. Dikutip dari situs resmi KBBI daring, faktor memiliki tiga maknahal keadaan, peristiwa yang ikut menyebabkan memengaruhi terjadinya sesuatubilangan atau bangun yang merupakan bagian hasil perbanyakanzat biologis yang memiliki efek Menyelesaikan Teka-Teki SilangDi atas sudah dibahas salah satu sumber untuk mendapatkan jawaban TTS adalah kamus, namun masih ada sumber lain. Dikutip dari Utak Atik Otak oleh Sopyan 20157-8, berikut ini adalah tips menyelesaikan teka-teki silang yang bisa diterapkanKamusKamus yang dimaksud ini bisa kamus ekabahasa, tesaurus, bahasa asing, dan bahasa daerah. Jika sering mengisi TTS, kalian pasti sudah tahu di permainan ini kerap muncul pertanyaan mengenai berbagai era globalisasi seperti sekarang, internet sudah menjadi sumber untuk mencari informasi dari berbagai bidang dari seluruh penjuru dunia. Mencari jawaban di internet bisa kalian lakukan terutama jika kalian merasa kesulitan menjawab pertanyaan ini, banyak sekali forum yang bermunculan, termasuk forum penggemar TTS. Kalian bisa memanfaatkan forum ini baik untuk mencari jawaban atau membantu anggota forum yang Pintar/EnsiklopediBiasanya, topik pertanyaan TTS sering tentang pengetahuan umum seperti nama tokoh penting, mata uang, pelat nomor kendaraan, dan sebagainya. Kalian bisa menggunakan buku pintar/ensiklopedi untuk menemukan mengenai pengetahuan umum, topik pertanyaan TTS juga mencakup peristiwa aktual yang sedang hangat dibahas di pembahasan tentang kunci jawaban teka-teki silang hal yang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu. TTS memang seru untuk dimainkan, tapi jangan berlebihan ketika mengisi TTS. Selamat bermain! KRIS Sistemkami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS hal yang menimbulkan terjadinya sesuatu . Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu.

Untuk mengungkapkan sebab dan akibat dalam bahasa Inggris, kamu bisa menggunakan kata dan frasa tertentu yakniA. Jika diikuti oleh noun atau frasa noundue toContoh Due to heavy rain cause, we can’t go to concert effect. Dikarenakan hujan lebat, kita tidak bisa pergi ke konserbecause ofContoh He got good grade effect because of his study habits cause. Dia mendapatkan nilai yang bagus karena kebiasaan belajarnyaowing toContoh I didn't attend the practice effect owing to the headache cause. Saya tidak datang ke latihan karena sakit kepalaas a consequence ofContoh He can’t take the exam effect as a consequence of cheating cause. Dia tidak bisa mengikuti ujian karena menyontekas a result ofContoh As a result of illegal hunting cause, the number of wild animals began to decrease effect. Sebagai hasil dari perburuan liar, jumlah hewan liar mulai toContoh Thanks to your help cause, we were successful effect. Berkat bantuan Anda, kami berhasil suksesB. Jika diikuti oleh subject + verb atau frasa verbbecauseContoh Because he was sick cause, he did not cook well effect. Karena dia sedang sakit, dia tidak bisa memasak dengan baiksinceContoh The concert was canceled effect since it’s raining cause Konsernya dibatalkan karena hujanasContoh As it is raining again cause, we will have to stay at home effect. Karena hujan lagi, kita harus tinggal di rumahforContoh I decided to call it a day cause – for I was feeling tired effect. Saya memutuskan untuk mengakhiri hari, karena saya merasa lelah

KunciJawaban Tema 5 Halaman 50 51 52. 21/11/2021. TRIBUNBANTEN.COM - Apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan ekosistem? Pertanyaan di atas merupakan materi kunci jawaban Tema 5 Kelas 5 SD
Mengenai polusi udara yang akhir- akhir ini seringkali kita temui, sebenarnya ada faktor- faktor yang memicu keberadaannya. Bagaimanapun juga tidak ada suatu kondisi yang buruk tanpa adanya sebab sama sekali. Bahkan yang namanya bencana alam sekalipun, kita mampu menjelaskan penyebab kejadiannya secara ilmiah. Begitu pula dengan adanya polusi udara. Polusi udara merupakan kondisi yang sangat akrab dengan keberadaan asap dan juga limbah. Limbah- limbah tersebut nantinya akan menguap dan pada akhirmya mengotori udara. Sebenarnya, sebagian besar alasan terjadinya polusi udara adalah karena adanya aktivitas dari manusia itu modern zaman, kita akan semakin menemukan banyak aktivitas manusia yang akan menimbulkan polusi udara. Kita perlu mengetahui apa saja aktivitas tersebut agar kita mampu mengevaluasi diri dan lebih berhati- hati dalam melakukan sesuatu hal. Karena apabila dianggap sepele dan kita abaikan, pasti nanti ujungnya akan bertambah parah. Akibatnya manusia bisa menyesal di belakang. Lalu, apa saja sih faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya polusi udara ini? Yuk, kita bahas bersama- sama mengenai faktor-faktor pencemaran udara Lalu lintasDi zaman yang semakin modern, kebutuhan akan kendaraan bermotor seakan menjadi kebutuhan primer. Hampir setiap keluarga pasti mempunyai kendaraan bermotor, baik berupa sepeda motor maupun mobil. Rasanya ada yang kurang jika zaman sekarang ini tidak mempunya kendaraan bermotor, minimal ya sepeda motor. Kendaraan memang selalu menjadi pendukung utama aktivitas mobilitas masyarakat. Dengan kendaraan bermotor masyarakat akan lebih leluasa dalam melakukan aktivitas, termasuk aktivitas perekonomian. Semakin banyak seseorang bermobilitas, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan hasil yang banyak. Dari pemikiran sederhana inilah masyarakat Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai kebutuhan yang semi primer. Kendaraan bermotor dalam operasinya pastilah memerlukan bahan bakar, yakni dari jenis minyak teorinya, minyak Bumi yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mengandung senyawa hidrokarbon yang kemudian dibakar menghasilkan senyawa karbondioksida dan air. Namun kenyataan memperlihatkan bahwa mesin tidak dapat sempurna dalam membakar hidrokarbon. Akibatnya kenalpot kendaraan mengeluarkan zat- zat yang berbahaya. Zat- zat berbahaya ini bahkan sering kita lihat sebagai kepulan asap yang berwarna hitam atau kecoklatan. Asap- asap inilah yang akan mengptori udara kita, sehingga menjadikan pencemaran listrik“Dengan listrik, hidup menjadi lebih baik” sering kita mendengar slogan tersebut. Memang benar sekali, listrik membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Bagaimana tida? Dengan listrik kita bisa mempunyai penerangan yang sangat memadai pada malam hari. Dengan listrik pula, kita bisa mengoperasikan berbagai macam mesin yang akan meringankan pekerjaan benar- benat menjadi sebuah anugerah yang tiada tara. Adanya listrik ini karena disebabkan adanya pembangkit listrik. Sebagian pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan batu bara, gas dan minyak. Dari proses pembangkit listrik menghasilkan listrik ini terkadang pembakarannya tidaklah sempurna, sehingga akan menghasilkan gas yang berbahaya. Gas- gas berbahaya ini misalnya adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida, carbon dioksida dan partikulat. Gas- gas ini pada akhirnya akan menyebabkan adanya pencemaran udara yang mengotori udara dan menimbulkan banyak sekali efek- efek gunung berapiPenyebab terjadinya polusi udara yang ketiga adalah adanya letusan gunung berapi. Peristiwa letusan gunung berapi baca bahaya gunung api bawah laut ini juga disebut sebagai erupsi baca pengertian erupsi. Erupsi baca erupsi campuran yang dilakukan oleh gunung berapi diakibatkan oleh faktor- faktor alam. Faktor- faktor alam tersebut dapat terjadi karena sebab yang alamiah juga. Oleh karena itulah letusan gunung berapi dikategorikan sebagai bencana alam. Dengan demikian faktor yang menyebabkan polusi udara tidak hanya dari manusia gunung berapi bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditemui di Indonesia. Indonesia mempunyai jalur gunung berapi sehingga gunung api di Indonesia ada banyak sekali baca gunung tertinggi di Indonesia. Gunung berapi di Indonesia banyak sekali yang masih aktif. Masing- masing gunung api tersebut mempunyai siklus untuk melakukan erupsi. Maka di Indonesia sering sekali terjadi erupsi gunung berapi baca penyebab gunung meletus. Gunung berapi ketika erupsi mengelurkan berbagai zat yang berbahaya. Gas- gas yang dikeluarkan gunung berapi ini akan membumbung ke angasa dan bercamour dengan udara yang kita hirup. Oleh karena itulah erupsi gunung berapi menjadi penyebab polusi atau pencemaran atau pencemaran udara juga dapat disebabkan karena adanya pembakaran. Pembakaran dapat kita temukan dimana saja. Pembakaran yang dapat menyebabkan polusi udara ini misalnya adalah pembakaran sampah atau pembakaran barang- barang yang menumpuk biasanya akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan semakin lama semakin banyak. Salah satu solusi untuk mengurangi tumpukan- tumpukan sampah tersebut adalah dengan cara dibakar. Ketika sampah- sampah ini dibakar maka akan menghasilkan zat- zat yang berbahaya dan merugikan. Zat- zat polutan inilah yang nantinya akan mencemari udara. Udara yang terkena polutan ini nantinya akan bersifat sangat buruk dan terkadang mempunyai bau yang tidak enak sama hutanIndonesia mempunyai bahyak sekali hutan di dalam daerah- daerahnya. Hutan- hutan yang ada di Indonesia ini sangatlah luas dan mempunyai fungsi yang sangat penting baca fungsi hutan. Hutan yang ada di Indonesia seringkali mengalami kasus. Salah satu kasus yang sering menimpa hutan di Indonesia adalah kebakara hutan. Kebakaran hutan dapat terjadi karena berbagai macam hal. Penyebab kebakaran hutan dapat disebabkan karena ulah manusia dan juga dari faktor dari faktor alam adalah kondisi cuaca yang sangat panas pada saat musim kemarau tiba baca musim di Indonesia. Pohon- pohon yang ada di hutan akan terbakar ketika cuaca terlalu panas. Sementara penyebab dari ulah manusia ada banyak sekali, diantaranya adalah pembakaran yang disengaja, pembakaran karena ingin membuka lahan baru, membakar hutan untuk dijadikan pemukiman, dan lain sebagainya. Tanpa kita sadari, asap- asap yang ditimbulkan dari pembakaran ini akan mengirimkan gas- gas polutan yang mengandung banyak sekali zat merugikan. Zat- zat yang merugikan ini pada akhirnya akan merusak udara bersih yang kita hirup. Oleh karena itulah pembakaran hutan merupakan salah satu penyumbah polusi udara yang sangat Limbah menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan polusi udara. Limbah merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, baik skala kecil maupun skala besar. Limbah yang dimaksud adalah limbah rumah tangga, limbah usaha kecil, bahkan limbah pabrik atau industri. Limbah- limbah tersebut pada akhirnya akan dibuang ke tempat lain, sebagai salah satu sisa dari produksi atau kegiatan rumah ini merupakan sampah dan tidak ada gunanya, maka dari itulah limbah dibuang. Limbah yang dibuang dengan cara yang tidak tepat maka terkadang menimbulkan masalh serius. Masalah yang dapat timbul diantaranya adalah timbulnya bau yang tidak sedap. Bau yang tidak sedap ini akan bercampur di udara yang akan menjadi polusi udara. Bau yang tidak sedap ini akan mengganggu pernafasan sampahSelain limbah, ada penyebab polusi udara yang lainnya melewati bau, yakni pembusukan sampah. Sampah yang ada di daratan baca ekosistem daratan banyak sekali. Bayangkan saja jika di dalam rumah dalam satu hari bisa menghasilkan seranjang sampah, maka di dunia ini akan banyak sekali sampah yang akan dihasilkan dalam satu hari. Sampah ada yang bersifat organik dan bersifat non non organik sangat sulit membusuk , sehingga harus diupayakan hal- hal khusus untuk menanganinya. Sementara sampah organik merupakan sampah yang bisa membusuk. Pembusukan sampah ini bisa dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Pembusukan sampah ini terkadang menimbulkan bau yang tidak enak. Bau yang tidak enak ini akan membuat udara menjadi tercemar dan terkadang membuat dada sesak ketika kita menghidrup beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya polusi udara. Penyebab polusi udara ini dapat menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani dengan baik. Setelah kita mengetahui berbagai penyebab dari polusi udara, maka kita seharusnya bisa menjauhi penyebab tersebut. Atau minimal kita bisa meminimalkan penyebab polusi udara tersebut, karena jika tidak kita akan menemukan dampak polusi udara yang sangat polusi udaraPolusi udara meskipun kita seringkali menganggap hal sepele, namun jika dibiarkan akan mengundang dampak yang sangat serius. Apa saja dampak yang dapat ditimbulkan dari polusi udara? Yuk, kita sebutkan bersama- gangguan pernafasan pada paru- paruMengganggu kesehatan kulit, sehingga tampak kusamMembuat penyakit asma menjadi kambuhMenutupi pandangan mata sehingga jarak pandang menjadi sangat pendekMengalami stress dan mudah marahMenipiskan lapisan ozonMenyebabkan pemanasan globalItulah beberapa dampak buruk yang dapat kita rasakan dari polusi udara yang terjadi. Selain yang telah disebutkan, masih banyak lagi dampak yang dapat ditimbulkan dari polusi udara baik yang kita sadari maupun tidak.
.
  • d3aijen54j.pages.dev/218
  • d3aijen54j.pages.dev/48
  • d3aijen54j.pages.dev/92
  • d3aijen54j.pages.dev/266
  • d3aijen54j.pages.dev/269
  • d3aijen54j.pages.dev/75
  • d3aijen54j.pages.dev/482
  • d3aijen54j.pages.dev/106
  • hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu