Salah satu penentu keberhasilan dalam bisnis ritel adalah cara mendisplay produk dengan benar. Sistem display berkaitan erat dengan jenis barang, ukuran, warna, rasa, kemasan, bentuk penataan, dan seterusnya, penataan barang dagangan atau display produk berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih lagi toko-toko supermarket maupun hypermarket. Belakangan display yang dilaukan oleh para peritel modern berkembang semakin inovatif, terutama sejak semakin banyaknya peritel yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display visual merchandising yang kini semakin populer.
Kondisiyang disebut dengan penjualan barang dalam bentuk hasil panen adalah apabila telah memenuhi kulaifikasi sebagai berikut (PSAK No.23, 2010: 6): 1. (work in process) sampai dipanen. 3. Barang atau material yang digunakan secara langsung dalam proses produksi, meliputi: a) Bibit tanaman Bagi entitas penjual bibit, bibit tanamanJakarta - Tahu nggak detikers dalam dunia pemasaran itu ada yang disebut pendistribusian. Pastinya dalam mendirikan suatu bisnis yang berkembang tentunya harus ada pendistribusian secara tepat dengan agen pemasaran. Sehingga distribusi adalah satu hal yang cukup penting, bahkan menjadi dasar dalam dunia tahukah detikers apa itu distribusi? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan Itu Distribusi?Nah, arti dari kata distribusi adalah proses atau tindakan pengiriman sesuatu yang berasal dari pihak pertama ke pihak yang lainnya. Jika dilihat dari konteks bisnis, maka distribusi merupakan proses dalam menyalurkan suatu produk, dari mulai barang maupun jasa melalui produsen kepada konsumen, dengan begitu produk tersebut bisa tersebar luas dan bisa dibeli konsumen yang memang ada pula yang menyebutkan jika distribusi itu adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan agar dapat memudahkan proses dari penyampaian produk melalui produsen kepada konsumen. Sehingga dapat dikatakan bahwa distribusi merupakan penghubung dari aktivitas produksi serta pelaksanaannya, maka distribusi adalah bagian proses pemasaran yang bisa memberikan nilai tambah terhadap produk dari berbagai fungsi seperti tempat, utility, waktu, hingga hak kepemilikan hanya itu, tercipta pula kelancaran arus pemasaran, bukan hanya secara fisik namun juga non-fisik seperti promosi, arus informasi, pembayaran, negosiasi, dan lain sebagainya. Nah, kegiatan distribusi ini bisa dipengaruhi dari beberapa faktor lho, di antaranya adalah sebagai produkLuas daerahSifat produkFaktor biayaSarana angkutanKondisi pasarFaktor perusahaanSarana komunikasiSupaya detikers bisa semakin memahami apa itu distribusi, maka detikers juga perlu mengetahui pengertian distribusi ini menurut para ahli. Salah satunya menurut guru besar Universitas Brawijaya, Soekartawi, yang memaparkan bahwa distribusi adalah aktivitas mengirimkan atau menyalurkan barang dan jasa agar sampai kepada konsumen menurut guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Basu Swastha Dharmmesta, distribusi merupakan saluran pemasaran yang digunakan oleh pembuat produk agar dapat mengirimkan produk yang dimilikinya ke industri maupun kepada lembaga yang terdapat dalam saluran distribusi yaitu produsen, kemudian distributor, konsumen maupun dilihat berdasarkan peran produsen terhadap konsumen, tentu saja jenis distribusi bisa dikelompokkan menjadi dua, ada distribusi langsung maupun distribusi tidak langsung. Selain itu, ada pula jenis distribusi intensif, kemudian selektif, hingga eksklusif. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasannya Distribusi langsungDistribusi langsung merupakan suatu aktivitas penyaluran barang yang berasal dari produsen kepada konsumen. Sehingga dapat dikatakan bahwa produsen disini berperan sebagai distributor, proses distribusinya pun tidak melalui pihak ketiga atau Distribusi tidak langsungDistribusi tak langsung merupakan suatu aktivitas penyaluran barang yang berasal dari produsen kepada pihak konsumen dengan menggunakan pihak ketiga atau perantara. Dalam hal ini, maka distributor dapat berupa perusahaan distribusi atau nggak sih istilah dari "perantara" ini seringkali mendapatkan reputasi yang buruk lho. Namun dalam kasus distribusi, ternyata perantara bisa membantu dalam melakukan proses pengiriman produk kepada dari berbagai pembahasan yang telah dipaparkan di atas dapat dikatakan bahwa distribusi adalah salah satu hal yang cukup penting untuk menyalurkan produk yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Terlebih lagi tujuan dari kegiatan distribusi ini adalah agar bisa menjamin aktivitas produksi maupun produk bisa diterima oleh konsumen. pal/pal
Dalam suatu kegiatan ekonomi, kita mengenal tiga bentuk, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiganya memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran perekonomian negara. Namun, pada artikel kali ini akan dibahas lebih lanjut tentang kegiatan ekonomi distribusi, mulai dari pengertian sampai saluran distribusinya. Pengertian Distribusi Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, distribusi adalah kegiatan penyaluran, pembagian, pengiriman kepada beberapa orang atau ke beberapa tempat. Distribusi juga dapat dimaknai sebagai kegiatan atau upaya penyaluran hasil produksi yang dilakukan oleh perusahaan demi menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu, dengan adanya distribusi, hasil produksi dapat menjangkau konsumen secara lebih luas. Fungsi distribusi dalam rantai ekonomi sangatlah penting, karena apabila hasil produksi tidak segera didistribusikan kepada konsumen, maka hasil produksi tersebut hanya tertimbun di tempat penyimpanan. Di sisi lain distribusi dapat membuat harga hasil produksi mengalami peningkatan. Apabila proses transaksi sudah mengalami peningkatan, kemungkinan besar konsumen tidak tertarik untuk membelinya, sehingga produsen atau perusahaan bisa mengalami kerugian. Distribusi menurut ahli Definisi fungsi distribusi memiliki cukup banyak makna dan referensi dari para ahli. Meneruskan Katadata, berikut pengertian distribusi menurut para ahli 1. Hall Penjelasan mengenai fungsi distribusi menurut Hall yakni, bahwa distribusi adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengirimkan suatu produk ke pelanggan setelah penjualan. 2. Soekartawi Penjelasan kedua datang dari Soekartawi, di mana distribusi diartikan sebagai kegiatan atau proses membuat barang atau jasa, di mana konsumen dapat menerimanya dan menggunakannya, tanpa menjualnya kembali kepada konsumen lain. 3. Basu Swastha Menurut Basu Swastha, distribusi adalah suatu proses menyalurkan barang atau hasil produksi, yang telah dibuat oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen personal atau industri, yang mendapatkan barang atau jasa dari perusahaan yang menyalurkan. 4. Alex S. Nitisemito Distribusi adalah suatu lembaga yang menyalurkan barang dan jasa yang berasal dari produsen kepada konsumen dan pelaku distribusi tersebut dikenal dengan istilah distributor. 5. Assauri Assauri mengartikan distribusi sebagai sebuah kegiatan dengan tujuan untuk memindahkan suatu produk dari sumbernya kepada konsumen, dengan waktu distribusi yang tepat waktu. Dari beberapa ahli tersebut, maka distribusi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau produsen kepada konsumen dengan estimasi waktu yang tepat. Dengan kata lain, kegiatan distribusi memiliki peran untuk menghubungkan kepentingan produsen dan konsumen. Saluran Distribusi Kegiatan ekonomi distribusi dilakukan guna menjaga kelangsungan hidup kegiatan produksi, barang atau jasa yang telah diproduksi dapat dimanfaatkan oleh konsumen, dan memudahkan akses konsumen untuk menemukan barang atau jasa yang dibutuhkan. Saluran distribusi dapat dibagi menjadi tiga, yakni distribusi langsung, distribusi semi langsung, dan distribusi tidak langsung. Distribusi langsung Distribusi langsung merupakan kegiatan ekonomi yang barang atau jasanya didistribusikan tanpa melalui perantara, dengan kata lain langsung dari produsen ke konsumen. Distribusi semi langsung Dalam distribusi semi langsung, barang atau jasa didistribusikan dari produsen ke konsumen lewat perantara pedagang yang merupakan bagian dari produsen. Distribusi tidak langsung Sistem distribusi ini dijalankan lewat produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, atau pedagang kecil, yang berperan sebagai perantara. Kegiatan Ekonomi Produksi dan Konsumsi Selain distribusi, untuk kelancaran kegiatan ekonomi diperlukan peran aktif dari segi produksi dan konsumsi. Produksi Produksi diartikan sebagai kegiatan ekonomi atau upaya yang dilakukan manusia guna menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan produksi disebut sebagai produsen. Adapun contoh kegiatan ekonomi produksi, antara lain menanam padi, menjahit kain menjadi pakaian yang layak pakai, penambangan emas, perkebunan teh, dan lain sebagainya. Konsumsi Kegiatan ekonomi konsumsi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang atau jasa demi kelangsungan hidup sehari-hari. Orang yang menerapkan perilaku konsumsi disebut sebagai konsumen. Adapun contoh kegiatan produksi, yakni membeli sembako, membeli pakaian, membeli rumah, kendaraan, dan sebagainya. Kegiatan ekonomi konsumsi dilakukan untuk mengurangi nilai guna barang secara bertahap atau sekaligus, dan memuaskan kebutuhan jasmani maupun rohani. Pelaku kegiatan konsumsi umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu rumah tangga, perusahaan, dan negara.
Pengemasanmerupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk di transportasikan, di distribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik ( gesekan